Skip to main content

AMBISI

   Ambisi, sebuah kata yang pasti sudah sering terdengar. Berhubungan dengan keegoisan, amarah, dan kejahatan. Tetapi tidak semua ambisi itu terpaku dalam hal yang negatif. Banyak sekali ambisi yang malah bisa membuat seseorang termotivasi atas apa yang diinginkannya.



   Semua lini kehidupan hampir mengenal ambisi. Ambisi untuk mendapatkan ini dan itu. Persaingan? Jelas, ambisi menjurus pada persaingan. Tinggal manusia yang menentukan bersaing secara sehat atau sebaliknya. Ambisi memiliki kedua sisi yang amat berbeda. Sisi pertama, most of positive things ever made. Banyak hal positif untuk mengejar cita-cita, impian, dan keinginan. Bersaing secara sehat dan pintar. Sisi kedua, hal negatif yang membuat orang menghalalkan segara cara. Bersaing secara tidak sehat, dikaitkan dengan keegoisan, keserakahan, tamak, dan haus akan jabatan.

   Hanya tinggal para manusia yang menentukan, manusia yang bisa berpikir, manusia yang sejatinya makhluk paling agung yang diciptakan, melampaui makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan, atau bahkan para makhluk tuhan yang tidak terlihat di alam yang berbeda.

   Manusia memang memiliki kelemahan, tapi mengapa kelemahan itu tidak dijadikan cambuk untuk memotivasi agar bisa jauh melampaui batas kemampuan. Bukan hanya terpaku pada kelemahan dan menimbulkan masalah-masalah baru. "Solusi dari masalah bukan datang dari manapun, tetapi datang bersama masalah itu sendiri"

 

Comments

Popular posts from this blog

COME BACK IS REAL!!

   Who's back? Absolutely ME!! Setelah sekian lama tak berjumpa, setelah kurang lebih satu purnama kita berpisah. Finally, i coming back to this blog. Insya Allah merefresh lagi semua tampilan di blog ini, layout, theme, dll. Semoga kedepannya bisa lebih responsif dan nyaman untuk dibaca.    Kedepannya blog ini akan lebih banyak membahas tentang pengalaman-pengalamanku dan sharing-sharing apa yang aku tahu. Semoga kalian senang dengan temanya, dan nanti akan banyak perubahan di blog ini. Apa yang berubah? SEMUA!! COME BACK IS REAL!!! Will be making a first post in 14/07/2017 See you SOON~

Aksara yang Bersuara, Bahasa yang Berbicara

Menurut KBBI, Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dalam setiap aspek kehidupan, bahasa sangat diperlukan. Mari mengambil contoh dari Gajahmada. Bagaimana Mahapatih Gajahmada dapat menyampaikan sumpahnya? Sumpah yang masih diagung-agungkan dalam buku sejarah Nusantara.  Bahasa adalah  hal paling dasar dan paling krusial dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa ilmu dapat diraih, dan dengan ilmu pula sukses di masa depan bisa tercapai. Bahasa juga dikenal sebagai  lingua franca . Terbentuknya bahasa dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari kebiasaan sampai ke pengaruh penjajahan. Bahasa juga bisa terbentuk oleh gabungan bahasa lain. Kita bisa melihatnya di Bahasa Indonesia, sejarah mengatakan bahwa Bahasa Indonesia berasal dari tanah Melayu yang kemudian bertransformasi menjadi Bahasa kita sekarang ini, bahasa yang mempersatukan nusantara, Bahasa Indone...

Satire Untuk Calon Pelukis Histori

Satire Untuk Calon Pelukis Histori Goresan Pena : Abiyu Safabakas Pemuka Ribuan kalam telah terlukis dalam aksara Memenuhi gemintang tuntunan umat manusia Manusia berambisi, egoisme yang menggelora Ketika bapak makan anak menjadi hal yang lumrah Ironi... Ketika pemuda pertiwi debat sana-sini Hanya karena mencari jati diri Yang t’lah terlupa karena ambisi Bobrok... Ketika pena sudah tak lagi berpegang pada histori Karakter bobrok, hanya gembar-gembor lewat teori Lewat nawacita sang rezim, yang sedang unjuk diri Bisu... Saat mantan koruptor ‘ngotot’ ikut PEMILU Jelaslah betapa akutnya krisis rasa malu Siapa yang akan memutus rantai bersambung itu? Apakah kita, kamu, atau aku? Ketika karakter hanya ditepuki, bukan diilhami Bagaimana nasib pertiwi?  Ketika sang pena hanya berpegang pada teori Sekali lagi, sang pelukis sejarah lupa diri Histori berpesan pada sang pena, JASMERAH! Karakter sesuai dengan bangsa berbudi Bukan hanya condong ke barat, embel-embel...