Skip to main content

Manakala

Goresan Pena : Abiyu Safabakas Pemuka

Dalam waktu kita hidup
Nafas menemani, selalu berhembus
Menapaki dunia, pengalaman, masa lalu
Menjadi dewasa pembelajar atau budak masa lampau

HEI KAMU AKU KALIAN, JANGAN TERBELENGGU!
Kita mempunyai hak atas jiwa raga tubuh
Jangan membiarkan sedih, dunia runtuh
Susah memang, tapi dewasa harus

Comments

Popular posts from this blog

COME BACK IS REAL!!

   Who's back? Absolutely ME!! Setelah sekian lama tak berjumpa, setelah kurang lebih satu purnama kita berpisah. Finally, i coming back to this blog. Insya Allah merefresh lagi semua tampilan di blog ini, layout, theme, dll. Semoga kedepannya bisa lebih responsif dan nyaman untuk dibaca.    Kedepannya blog ini akan lebih banyak membahas tentang pengalaman-pengalamanku dan sharing-sharing apa yang aku tahu. Semoga kalian senang dengan temanya, dan nanti akan banyak perubahan di blog ini. Apa yang berubah? SEMUA!! COME BACK IS REAL!!! Will be making a first post in 14/07/2017 See you SOON~

Seberapa Jauh Teknologi Membawamu?

      Generasi centennial atau generasi Z adalah generasi yang lahir setelah generasi Y atau yang biasa disebut generasi milenial. Generasi ini dibagi berdasarkan tahun kelahiran. Generasi Y lahir pada tahun 1977-1995, sedangkan generasi Z lahir setelahnya yaitu pada tahun 1996-sekarang. Generasi centennial adalah generasi yang sangat terbuka terhadap teknologi dan internet. Mereka hampir selalu membawa telepon pintar atau yang biasa dikenal sebagai smartphone kemanapun mereka berada. Segala aspek kehidupan pada Generasi Z pasti berkaitan dengan teknologi dan internet . Hal yang punya dua sisi yang berlawanan. Bisa memberikan kemudahan sekaligus senjata makan tuan.   Menurut KBBI internet adalah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer dan fasilitas komputer yang terorganisasi di seluruh dunia melalui telepon atau satelit. Di abad ke 21 ini, internet sangat diperlukan di dunia. Mulai dari kemudahan akses informasi sampai hal-hal yang s...

Satire Untuk Calon Pelukis Histori

Satire Untuk Calon Pelukis Histori Goresan Pena : Abiyu Safabakas Pemuka Ribuan kalam telah terlukis dalam aksara Memenuhi gemintang tuntunan umat manusia Manusia berambisi, egoisme yang menggelora Ketika bapak makan anak menjadi hal yang lumrah Ironi... Ketika pemuda pertiwi debat sana-sini Hanya karena mencari jati diri Yang t’lah terlupa karena ambisi Bobrok... Ketika pena sudah tak lagi berpegang pada histori Karakter bobrok, hanya gembar-gembor lewat teori Lewat nawacita sang rezim, yang sedang unjuk diri Bisu... Saat mantan koruptor ‘ngotot’ ikut PEMILU Jelaslah betapa akutnya krisis rasa malu Siapa yang akan memutus rantai bersambung itu? Apakah kita, kamu, atau aku? Ketika karakter hanya ditepuki, bukan diilhami Bagaimana nasib pertiwi?  Ketika sang pena hanya berpegang pada teori Sekali lagi, sang pelukis sejarah lupa diri Histori berpesan pada sang pena, JASMERAH! Karakter sesuai dengan bangsa berbudi Bukan hanya condong ke barat, embel-embel...